Category: Event

Setelah ditunggu – tunggu lama, akhirnya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) beroperasi. Terbukti, pada hari Kamis (3/1) kemarin, di gedung Bapenas – Jakarta, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro melantik dan mengambil sumpah jabatan menajemen Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Dengan adanya pelantikan para pejabat KNKS ini, saya melihat ada harapan kedepan dalam mengembangkan ekonomi syariah kedepan.

Harapan itu disampaikan oleh Menteri PPN/Bappenas di acara pelantikan tersebut dan dia menyampaikan jika pelantikan para pejabat manajemen KNKS mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91 Tahun 2006. Mereka yang dilantik adalah terdiri dari enam orang. Mereka adalah: Ventje Rahardjo Soedigno sebagai Direktur Eksekutif; Taufiq Hidayat sebagai Direktur Bidang Hukum dan Standar Pengelolaan Keuangan Syariah; Ronald Rulindo sebagai Direktur Bidang lnovasi Produk, Pendalaman Pasar, dan Pengembangan Infrastruktur Sistem Keuangan Syariah; Ahmad Juwaini sebagai Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah, Sutan Emir Hidayat sebagai Direktur Bidang Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah; serta Afdhal Aliasar sebagai Direktur Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal.

Dengan dilantiknya para pejabat tersebut, Bambang, menyakini, mereka bisa memewujudkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia secara serius dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Itulah tujuan di bentuknya KNKS selama ini,”ujar Bambang dengan tegas.

Didirikannya KNKS merupakan bukti dukungan yang konkrit bagi pemerintah terhadap pengembangan ekonomi syariah. Terlebih lagi, KNKS adalah amanah dari Undang – Undang. Maka dari itu dengan adanya KNKS  akan terjadi integrasi kebijakan antara Kementerian, Lembaga Negara dalam mengembangkan ekonomi syariah. Sejauh ini, pengembangan ekonomi syariah masih belum seragam dan saling tumpang tindih. Dengan keberadaan KNKS maka dalam mengembangkan ekonomi syariah akan senada dan seirama.

Maka itulah, dalam kepemimpinan KNKS agar maksimal, diketuai langsung oleh Presiden Jokowi. Dengan demikian kita  semua bisa berharap, agar ekonomi syariah meningkat market sharenya, melebihi 5 persen.

Potensi keuangan syariah, lanjut Menteri BPN/Bappenas, sangat besar, dia berharap agar Indonesia bisa sebagai pemain kunci dalam mengembangkan ekonomi syariah global.

Arahannya, terhadap para manejemen Eksekutif KNKS, Bambang Brodjonegoro,pertama,mengawal implementasi Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) sebagai peta arah pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Kemudian memastikan pelaksaan quick wins sektor ekonomi dan keuangan syariah yang telah disepakati dalam Rapat Pleno KNKS bersama anggota dewan pengarah yang dipimpin oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada 5 Februari 2018 silam. Selain itu, KNKS mendapatkan amanat untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan keuangan dan ekonomi syariah dalam rangka mendukung pembangunan.

Sementara, setelah dilantik menjadi Direktur Eksekutif KNKSe Ventje Rahardjo Soedigno menyampaikan Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang sangat besar. KNKS yang dipimpinnya diberi mandat mengawal implementasi dua masterplan yang telah diselesaikan, yakni peta jalan keuangan syariah dan industri halal.

“Dua masterplan itu yang akan jadi topik utama di 2019, tapi memang prioritasnya akan kita cari. Tim akan bekerja mana yang akan segera kita laksanakan,” ucapnya.

Read Full Article