Category: Industri Syariah

BNI Syariah menyediakan opsi pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) melalui mobile banking. Ini setelah Kementerian Agama (Kemenag) mulai 2019 membuka opsi pelunasan haji melalui non teller.

Opsi pelunasan haji melalui non teller sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 117 2019 yang ditetapkan pada 18 Maret 2018 lalu.

Dalam Keputusan Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah disebut bahwa pelunasan BPIH reguler dibagi dalam dua tahap. Pelunasan tahap kesatu mulai 19 Maret sampai dengan 15 April 2019. Sedangkan pelunasan tahap kedua berlangsung antara 30 April hingga 10 Mei 2019.

Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah mengakui saat ini masih belum banyak yang melakukan pelunasan menggunakan non teller atau mobile banking.

“Berdasarkan data sampai saat ini, total jamaah yang melakukan pelunasan haji baik teller maupun non teller totalnya 13.046 jamaah,” kata Dhias, Selasa (26/3) kemarin dalam keterangan tertulisnya.

Dengan adanya fitur pelunasan BPIH di BNI mobile banking, diharapkan makin banyak jamaah yang akan melunasi melalui non teller. Diproyeksi sampai akhir periode pelunasan haji kedua atau pada akhir Mei 2019 sebanyak 10% dari jamaah akan menggunakan pilihan channel mobile banking.

“Nasabah dapat menggunakan layanan BNI mobile banking untuk melakukan pelunasan BPIH, cukup dengan memilih menu Pelunasan Haji Reguler,” kata Dhias,

Dengan opsi pelunasan haji melalui mobile banking, Dhias berharap dapat memberikan kemudahan dan alternatif pelunasan BPIH dan mengurangi antrian di teller.

BNI Syariah telah ditunjuk menjadi salah satu bank penerima setoran (BPS) BPIH sejak 2010 lalu. Ada sekitar 29 ribu calon jamaah haji baik haji reguler maupun haji khusus yang melakukan pelunasan pada tahun ini.

Jika jamaah ingin melakukan pelunasan haji dengan menggunakan mobile banking BNI, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan.

Pertama masuk ke menu produk jasa lain di mobile banking, lalu pilih menu pelunasan haji regular. Kemudian pilih rekening yang akan didebet dan masukkan nomor porsi dan cek kesesuaian data dan password. Langkah terakhir adalah dengan mengunduh struk di menu bukti transfer.

Setelah melakukan pelunasan melalui BNI Mobile Banking, nasabah dapat langsung melaporkan kepada Kemenag setempat dengan membawa bukti pelunasan.

Jika jamaah ingin mendapatkan info lebih lanjut mengenai pelunasan haji melalui mobile banking ini bisa mendatangi cabang BNI Syariah terdekat atau menghubungi BNI Call di 1500046.

 

 

 

Read Full Article

Untuk menghadapi era disrupsi, BNI Syariah sudah menyiapkan strategi.Menurut pandangan manajemen BNI Syariah,disrupsi bukan hanya mengubah cara berbisnis melainkan fundamental bisnis. Untuk perbankan salah satu disrupsi ditunjukkan dengan mulai bermunculan perusahaan keuangan digital atau fintech yang mulai menggerus fungsi bank. Untuk menghadapi era disrupsi ini, BNI Syariah mengoptimalkan pengembangan digital.

Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto dalam acara talkshow Republika Café CEO 2019 dengan tema “Benarkah Disrupsi Mematikan Bisnis” di D’consulate Wahid Hasyim, Jakarta.

Wahyu Avianto mengatakan dari sisi pengembangan digital, BNI Syariah terus bertransformasi untuk memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. “Dengan dukungan teknologi dan jaringan BNI Incorporated, BNI Syariah siap memberikan layanan yang terbaik,” kata Wahyu, Jumat (22/3) kemarin.

Selain itu, secara umum untuk menghadapi era disrupsi, BNI Syariah terus melakukan adaptasi dan kolaborasi. Bank juga melakukan transformasi baik dari sisi SDM maupun infrastruktur baik perangkat lunak dan perangkat keras.

Pada tahun ini, BNI Syariah menekankan pengembangan digital untuk ekosistem halal. Digitalisasi halal ekosistem dilakukan dengan beberapa langkah strategis.

BNI Syariah tergabung sebagai anggota AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) sekaligus mensupport kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment/transfer bank yang digunakan oleh para startup/fintech untuk mendukung pengembangan ekosistem halal syariah.

Selain itu, kolaborasi dilakukan BNI Syariah dengan Fintech Syariah, seperti PT. Ammana Fintek Syariah untuk melahirkan solusi Digital Wakaf yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat terhadap wakaf produktif guna membangun Indonesia yang lebih baik. Sosialisasi kepada masyarakat tentang kemudahan platform Ammana untuk berwakaf melalui 23 Nadzhir (Lembaga Wakaf) yang tergabung sebagai anggota Forum Wakaf Produktif.

Dengan strategi tersebut diharapkan bank bisa mengantisipasi risiko disrupsi yang berpotensi menyebabkan kemunduran bisnis. BNI Syariah juga terus meningkatkan kualitas layanan seperti himbauan shalat tepat waktu di seluruh kantor cabang BNI Syariah dan menghapuskan sistem denda.

Read Full Article